Sudah Sejak Era Belanda, Kenapa Pohon Asam Jawa Banyak Ditanam di Pinggir Jalan? Ini Jawabannya

Jumat, 5 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

pohon asam yang biasa ditanam di pinggir jalan ternyata punya makna filosofis dan historis

pohon asam yang biasa ditanam di pinggir jalan ternyata punya makna filosofis dan historis

BeratapBuah.com – Jika melintasi jalan-jalan tua di Pulau Jawa, masyarakat masih bisa menemukan deretan pohon asam jawa berukuran raksasa yang berdiri kokoh di tepi jalan. Sebagian bahkan diperkirakan telah berusia lebih dari satu abad.

Banyak yang mengira pohon-pohon tersebut tumbuh secara alami. Namun, sejumlah catatan sejarah menunjukkan bahwa sebagian besar pohon asam itu memang ditanam secara sengaja pada masa kolonial Belanda.

Penanaman pohon asam jawa bukan sekadar untuk penghijauan. Ada berbagai pertimbangan teknis, ekonomi hingga estetika yang melatarbelakanginya.

Dikutip dari Kompas.com, Ahli sejarah dari Universitas Sebelas Maret (UNS), Harto Juwono, menjelaskan penggunaan pohon asam oleh pemerintah kolonial merupakan kelanjutan dari tradisi tata ruang di Eropa yang lazim menggunakan pohon ara sebagai penghias jalan. Karena pohon ara sulit tumbuh di Jawa, Belanda kemudian memilih pohon asam sebagai penggantinya.

Selain itu, berikut ini beberapa penjelasannya:

Menjadi Peneduh di Jalur Perjalanan Jarak Jauh

Fungsi utama pohon asam pada masa itu adalah sebagai peneduh.

Pada abad ke-18 hingga awal abad ke-20, perjalanan antarkota masih mengandalkan kereta kuda, gerobak sapi hingga berjalan kaki. Perjalanan yang memakan waktu berjam-jam membuat keberadaan pohon rindang menjadi kebutuhan penting.

Pohon asam dipilih karena memiliki tajuk yang lebar, daun yang rimbun, dan mampu memberikan keteduhan dalam iklim tropis yang panas.

Tak heran jika banyak ruas jalan lama di Jawa dahulu dikenal sebagai koridor hijau yang teduh.

Kuat, Tahan Angin dan Cocok di Tepi Jalan

Selain rindang, pohon asam juga terkenal memiliki batang yang kokoh dan daya tahan tinggi.

Menurut Harto Juwono, pohon asam berfungsi membantu menyerap air hujan, mencegah erosi, sekaligus cukup kuat menghadapi terpaan angin.

Sejumlah sumber sejarah juga menyebut pohon asam dipilih karena tidak mudah tumbang dan memiliki sistem perakaran yang relatif aman untuk ditanam di sepanjang jalan raya.

Karakteristik tersebut membuat biaya perawatan menjadi lebih rendah dibandingkan jenis pohon lain.

Berkaitan dengan Jalan Raya Pos Daendels

Di berbagai daerah Jawa, pohon asam tua kerap ditemukan berjejer di sepanjang jalur-jalur jalan lama.

Masyarakat Banyuwangi misalnya, meyakini banyak pohon asam yang masih berdiri hingga sekarang merupakan peninggalan masa pembangunan Jalan Raya Pos pada era Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels pada awal abad ke-19.

Karena itu, keberadaan deretan pohon asam sering dianggap sebagai penanda jalur transportasi penting pada masa kolonial.

Buahnya Bernilai Ekonomi

Alasan lain yang tak kalah penting adalah nilai ekonominya.

Buah asam jawa sejak lama dimanfaatkan sebagai bumbu masakan, bahan minuman tradisional hingga obat herbal. Pemerintah kolonial melihat pohon ini memiliki manfaat ganda, yakni sebagai penghijauan sekaligus menghasilkan komoditas yang bisa dimanfaatkan masyarakat.

Mempercantik Lanskap Kota

Selain fungsi praktis, pohon asam juga dipilih karena nilai estetikanya.

Deretan pohon yang tumbuh seragam di sepanjang jalan menciptakan pemandangan yang lebih tertata dan indah. Harto Juwono menyebut aspek estetika menjadi salah satu pertimbangan penting dalam penataan jalan pada masa kolonial.

Bahkan dalam budaya Jawa, pohon asam memiliki nilai filosofis yang berkaitan dengan kebaikan dan kebermanfaatan.

Saksi Bisu Perjalanan Sejarah

Kini, banyak pohon asam tua yang masih bertahan di berbagai wilayah Jawa, mulai dari Banten hingga Banyuwangi. Sebagian telah berusia puluhan bahkan ratusan tahun.

Di tengah pembangunan dan pelebaran jalan yang terus berlangsung, pohon-pohon tersebut menjadi saksi bisu perjalanan panjang transportasi di Pulau Jawa. Tak hanya berfungsi sebagai peneduh, pohon asam ternyata menyimpan jejak sejarah tata kota dan kebijakan kolonial yang masih bisa dilihat hingga sekarang. (rw)

Berita Terkait

Lahan Sempit? 10 Pohon Buah Ini Cocok Banget Ditanam di Pot Depan Rumah, Bisa Panen Sekaligus Estetik
5 Pohon Buah Paling Unik di Indonesia, Ada yang Berbuah di Batang dan Dulu Hanya Boleh Dimakan Putri Keraton

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 17:05

Lahan Sempit? 10 Pohon Buah Ini Cocok Banget Ditanam di Pot Depan Rumah, Bisa Panen Sekaligus Estetik

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:57

Sudah Sejak Era Belanda, Kenapa Pohon Asam Jawa Banyak Ditanam di Pinggir Jalan? Ini Jawabannya

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:49

5 Pohon Buah Paling Unik di Indonesia, Ada yang Berbuah di Batang dan Dulu Hanya Boleh Dimakan Putri Keraton

Berita Terbaru